Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Ceramah Singkat - Hati Hati Dengan Hati Karena Dia Yang Mengendalikan Raga

 
Ceramah Singkat - Hati Hati Dengan Hati Karena Dia Yang Mengendalikan Raga 

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته 

Kaum muslimin sidang perdengar yang berbahagia. 

قلب


Para ulama mengumpamakan hati bagaikan seorang aja, berarti organ tubuh yang lain adalah bagaikan akyat sehingga keadaan rakyat tergantung bagaimana keadaan pemimpinnya,bila pimpinannya baik,sholeh,maka barang pasti rakyatnya pun akan menjadi rakyat-rakyat yang saleh dan taat dihadapan Allah,betul??. 

maka oleh karena hal demikianlah,pada malam yang berbahagia ini,kami ingin menyampaikan sebuah pidato yang telah kami beri judul: 

(HATI-HATI DENGAN HATI) 

Saudaraku para penuntut ilmu yang berbahagia.

Hati dalam bahasa Arab disebut dengan qolbun adalah sesuatu yang sifatnya fleksibel sangat mudah berbolak balik, bertukar-tukar, dan hati juga adalah tempat dimana tersimpannya rasa, rasa cinta, rasa sayang, rasa rindu, bahkan rasa benci pun tersimpan di hati, sehingga, kita tak heran kadang seseorang hari ini mencintai, besok berubah menjadi benci, karena memang sesuatu yang dari hati itu sangat mudah berganti, hari banyak kita temukan orang2 yang takut patah hati, orang yang tak ingin sakit hati. 

Kalian ada merasa takut Sakit hati, adakala patah hati?.

 Sebenarnya yang perlu kita takuti adalah bukan patah hati dan bukan sakit hati,Namun yang kita takutkan adalah sebuah firman Allah di dalam Alguran Allah mengatakan:

 خَتمَ ألله على قلويهم وَعَلى سمعهم وَعَلَى أنصارهم غشاوة  وَلَهُمْ عَدَاب عظيم

"Telah membuat tutupan oleh Allah di atas hati-hati mereka dan diatas pendengaran mereka dan di atas penglihatan mereka(OS.Albagarah:7) 

Ini yang perlu kita takuti, kalau mulut kita disuruh tutupi dengan masker, iya mungkin kita yang belum terbiasa, yang terganggu cuma pernafasan kita, betul?.

Tapi kalau Allah menutupi hati kita, penglihatan dan pendengaran kita,maka ini adalah musibah paling besar, kenapa bisa musibah?.

karena kalau hati kita yang ditutupi, disumbat oleh Allah, maka kita tak akan lagi mengenal Allah, tak lagi mendengar seruan nya, tak lagi bisa melihat tanda-tanda kekuasaannya, nah bukankah semua itu adalah musibah yang paling besar?, mengingat bahwa hikmah kita berada di muka bumi ini adalah Liyakbudun untuk mengabdi kepada Allah subhanahu wa ta'ala. Lalu bagaimana kita bisa mengabdi kalau hati kita telah ditutupi oleh Allah, Sedangkan alat pengabdian kita kepada Allah adalah hati.

kata rasul: 

وعَن أبي هريْرة عَبْد الرّخمن بْن صخر رضي الله عنة قال قال رسول الله  صلى الله عَلِيْهِ وسلم : “ إن الله لا يَنْظرْ إلى أجسامكم, ولا إلى صُوركم, وَلكِنْ يَنْظرُ إلى قلوبكم وأعمالكم “  (رواه مسلم )

Dari Sahabat Abi Huroiroh rodhiallohu "anhu, yakni 'Abdurrohman bin Shokr mengatakan: Rosululloh sholallohu alaihi wasallam bersabda, “Sejatinya Alloh (laa yandhuru ila ajsamikum) tidak melihat pada tubuh atau jasad kalian, juga tidak melihat pada wajah kalian, tetapi Dia melihat pada hati kalian dan amal kalian” (HR Muslim) 

Hadits ini menunjukkan bahwa, alat untuk terhubung nya seorang hamba dengan Tuhannya, adalah hatinya, Maka disaat kalbun itu terkunci, maka hati kita bagaikan handphone yang di palang jaringannya, mau bikin apa kita sama HP yang tak ada jaringannya? Tak ada yang bisa kita bikin saudara. 

ada seorang sahabat yang datang kepada Ummu Salamah istrinya Rasulullah, iya bertanya,"wahai Ummu Salamah doa apakah yang sering dibaca oleh Baginda Rasulullah SawUmmu Salamah pun menjawab,"saat Rasulullah bersama saya beliau sering membaca doa: 

يا مقلب القلوب ثبت قلوبى على دينك

"wahai yang maha membolak-balikkan hati tetapkanlah hatiku diatas agamamu" 

Ummu salamah bertanya kepada Rasulullah mengenai doa tadi,rasulpun menjawab: 

يا ام سلمة

“wahai Ummu salamah,ketahuilah bahwa seluruh hati anak adam itu berada dalam dalam genggaman Allah, Sehingga siapa saja yang Allah kehendaki hidup dalam kemuliaan iman sampai matipun ia akan membawa iman, dan Siapa saja yang Allah kehendaki untuk menyesatkan maka Allah akan gelincir kan hatinya dalam kesesatan. ingat Saudaraku

ان الله على كل شيئ قدير

“Allah sanggup untuk melakukan segalanya".

Sekarang boleh saja kita berbangga hati karena kita menjadi hamba-hamba pilihan Allah, Allah pilih kita menjadi sang penuntut iImu, menjadi calon-calon pewaris para nabi " Al ulama waratsatul anbiya". Tapi bisa jadi predikat kemuliaan itu Allah cabut dari pewaris para nabi Allah ganti menjadi pewaris pewaris musuh-musuhnya nabi, mudah saja bagi Allah.

Dalam kitab matan arbain karangan imam nawawi rasulullah Sallallahu alaihi wasallam bersabda: 

 ,ألا إن في الجسد مضغة إذا صلحت صلح الجَسَد كل وإذا فسَدَت فَسَدالجَسَدُ كله؛ الا وَهِى القلب 

"Di dalam setiap tubuh manusia ada terdapat segumpal daging bila seandainya daging itu baik maka seluruh tubuh akan ikut menjadi baik, sebaliknya bila daging itu rusak maka Seluruh anggota tubuh akan ikut menjadi rusak, daging itu adalah hati (Nukman bin basyir). 

Kawan kawanku sekalian, bila wajah yang rusak, bila kulit yang bengkak, tidaklah terlalu masalah, karna agama kita masih tegak, hubungan kita dengan allah masih terikat. 

Tapi bila hati yang rusak, bila hati yang mati, maka agama kita ikut rusak, hubungan kita dengan allah akan berantakan. 

Nah saudaraku, dari sekian banyak yang telah saya sampaikan, dapat lah kita simpulkan dalam sebuah intisari yaitu: organ tubuh yang paling sentral perannya adalah hati.

Baik buruknya manusia ditentukan oleh hati, bahagia dan menderita nya manusia juga ditentukan oleh hati, maka karna itu hati-hatilah dengan hati.

ini saja kiranya yang mampu kami sampaikan. akhiru Kalam. 


والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته 

Posting Komentar untuk "Ceramah Singkat - Hati Hati Dengan Hati Karena Dia Yang Mengendalikan Raga "