Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Ceramah Terpopuler Tentang Kesabaran - Ilme Teuidang

 السلام عليكم  ورحمة الله وبركاته


Puji beserta syukur kepada allah SWT

Shalah dan salam kepada baginda rasulullah


Sang Juara


Kaum muslimin yg berbahagia. 


Bila kita ingin naik kelas, ingin dapat ijazah tentu kita harus terlebih dahulu mengikuti ujian, tak mungkin naik kelas dan tak mungkin dapat ijazah, tanpa mengikuti ujian, 


Betul tidak,betul tidak?.maka karna itulah pada kesempatan Singkat ini mengingatkan mencoba persembahkan sebuah Syarahan pidato yang telah kami berikan sebuah judul: 


(Sang pemenang sejati) Sidang pendengar yang Allah muliakan. Hidup adalah ujian.allah berfirman di dalam Alquran: 


“Allah yang telah menciptakan kematian dan kehidupan,Sungguh ia akan menguji kamu, siapa diantara kamu yang paling bagus amalnya (Os.Al mulk:2) 


Jadi saudaraku sekalian bahwa memang hidup di atas muka bumi ini adalah untuk diuji coba oleh Allah,dites oleh Allah,untuk apa?untuk mencari siapa hamba Allah yang terbaik amalnya,yang paling unggul di antara para hambahambanya yang lain. Allah ingin melihat siapa diantara hambanya yang paling teguh imannya, yang paling kuat kesabarannya, apakah saya ataupun anda apakah kita yang di dayah ataupun dengan orang yang ada di luar sana? Allah ingin melihat siapa dan siapa. Dalam ayat yang lain dengan  tegas Allah menyatakan: 


"Hei manusia, adakah kamu menyangka Allah membiarkan engkau dengan mudah saja mengatakan "aku beriman kepada Tuhan'sementara engkau belum mendapatkan ujian darinya(Os.Al ankabut:2) 


Saudaraku emas baru terbukti keasliannya setelah di sepuh, begitu pula manusia baru terungkap dan diakui di jempoli bahwa dia memang beriman, setelah ia mendapatkan ujian yang bertubi-tubi yang datang silih berganti seakan-akan tak ada henti. tanpa sanggup menahan dari pahitnya ujian, hei jangan sekali-kali kamu berani mengatakan "saya ini beriman".gak ngikutin ujian kok mau naik kelas, tak boleh dong.. 


Saat kita berada di kampung, kita mengatakan saya adalah pemuda pemuda yang sholeh, pemuda yang taat kepada Allah, allah tak percaya, agar Allah percaya Allah uji kita, bagaimana caranya Allah menguji? yang pertama Allah membawa kita ke tempat tempat pengkajian ilmu  yang kita Cintai ini, setelah sampainya kita di sini, Allah menguji lagi, allah uji iman kita, Allah uji kita dengan perasaan tertekan dan terbeban/Allah ingin melihat siapa diantara kita yang lelah berada di sini hari ini yang paling kuat kesabarannya, yang paling tangguh memperjuangkannya, 


Allah tak akan sia-siakan perjuangan kita disini Allah Sedang melihat dan menilai kita, maka karena kata Allah: 

 وبشر الصابرين

 "beruntung dan berbahagia lah terhadap orang-orang yang bersabar" 


Dan salah satu ujian Allah adalah, Allah pertemukan kita di pondok pesantren ini dengan beragam manusia, ada yang lembut, ada pula yang kasar, ada yang pemarah, ada juga yang penyabar, ada yang dermawan, yang suka memberi, ada yang pelitnya parah sekali, ada yang mencintai dan menyayangi, ada pula yang suka membuat sakit hati, ada juga kawan yang macam SMS apa SMS?SMS adalah (Senang saat melihat kita senang dan susah saat melihat kita susah) ada juga yang (senang melihat kita susah,dan susah di saat melihat kita senang), Macam macamlah model manusia. 


Maka sadarilah saudaraku, bahwa semua itu bagian daripada ujian, hadapilah dengan bijaksana, bagaimana cara menghadapinya, imam Al Ghazali dalam kitab nya Mizan Al amal beliau menyampaikan: 


"Memaafkan orang yang dzalim kepadamu adalah puncak kesantunan dan keberanian, memberi sesuatu kepada orang yang tak pernah memberi kepadamu adalah puncak kedermawanan, menyambung tali hubungan dengan orang yang memutuskan hubungan denganmu adalah puncak kebaikan." 

Perkataan imam al-ghazali di atas berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam:



 “Sambunglah orang yang memutuskan (hubungan dengan) mu, berilah kepada orang yang tidak memberi kepadamu, dan berpalinglah dari rang yang berbuat zalim kepadamu.” (HR. Ahmad) 


Inilah sikap terbaik yang diajarkan Baginda nabi shallallahu alaihi wasallam, mungkin untuk menyambung dengan orang yang memang selalu menyambung hubungan dengan kita, enteng, betul?. memberi kepada orang-orang yang memang sering memberi kepada kita, mudah saja, semua orang bisa, ia ngak??. membalas kepada orang-orang yang berbuat zalim kepada kita biasa, memang hal biasa. tapi untuk menyambung hubungan dengan orang yang memang jelas-jelas telah memutus hubungan dengan kita, tetap memberi walau kepada orang yang memang pelit dan kikir kepada kita. ini yang jarang orang mampu. 


Berakhlaklah saudaraku, memang tidak mudah, tapi begitulah hakikat pemenang sejati dalam kehidupan Ini, karena pemenang sejati dalam kehidupan ini adalah milik bagi orang2 yang tetap sejuk di tempat yang panas, yang tetap manis di tempat yang sangat pahit dan yang tetap tenang di tengah badai.” begitu orang yang pemenang, iya 


selalu berpakaian dan berpayung di bawah akhlak suci dan mulia yang telah diajarkan oleh Rasulullah, 


“Sebenarnya Kekuatan manusia yang Dasyat itu bukan pada kedua tangannya, Keperkasaan manusia yang paling mengagumkan bukan terletak pada keberaniannya, tetapi Justru berada dalam sikap yang rendah hati untuk bisa beranhklah yang mulia.


 Kaum muslimin rahimakumullah, dari Sekian panjangnya uralan kami paparkan yang menjadi kesimpulannya adalah hidup ini penuh dengan ujian salah satu ujian hidup adalah Allah hadirkan orang-orang yang menyakiti kita maka sikap terbaik untuk menghadapinya adalah berakhlak lah dengan akhlak yang telah diajarkan Rasulullah, insya Allah kita akan menjadi pemenang di dalam hidup ini,bahagia dunia akhirat. Ini saja yang mampu saya sampaikan lebih dan kurang saya mminta maaf saya akhiri.



والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Penulis ulang: Admin

Pengarang/cipta: Tgk Amiruddin payabakong

Posting Komentar untuk "Ceramah Terpopuler Tentang Kesabaran - Ilme Teuidang"