Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kumpulan Ceramah Singkat - Jibril Menginginkan Jadi Manusia

 Ceramah Singkat - 7 Hal Yang Menjadikan Malaikat Jibril Berharap Menjadi Manusia

TUJUH HAL MENJADIKAN MALAIKAT JIBRIL BERHARAP MENJADI MANUSIA KARENA BEGITU DAHSYATNYA PAHALANYA

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

الحمد لله رب العالمين اللهم صل وسلم على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه اجمعين

Hadirin Sidang Pembaca / Pendengar Rahimakumullah

Hanya ilustrasi


Diantara Ciptaan Allah SWT Berupa Jin, Malaikat, Manusia, Dan Macam2 Makluk Yang Lain, Hanya Manusialah Yang Allah Swt Berikan Kewenangan Sebagai Khalifah Dimuka Bumi ini. Hal Tersebut Tidak Lain Karena Memang Allah Swt Menciptakan Manusia Dengan Sebaik – Sebaiknya.

Syekh yusri  Menjelaskan bahwa, Kemuliaan Ini Adalah Mencakup Seluruh Umat Manusia, Baik Yang Beriman maupun Yang Kafir, Dimana  mereka semua Telah Diciptakan Dalam Bentuk Yang paling Sempurna Diantara Makhluk-Nya Yang lain, Sebagaimana Firman Allah:

لقد خلقنا الإنسان في أحسن تقويم

“Sesungguhnya Kami Telah Menciptakan Manusia Dalam Bentuk Yang Paling Baik,” (QS. At tin: 4).

Di dalam sebuah riwayat Rasulullulah Saw di dalam kitab Washiyytul Musthofa,yang dikarang oleh  Syaikh Imam Abdul Wahhab Asy-Sya’roni, hal 5:


يَا عَلِيُّ، تَمَنَّى جِبْرِيْلُ أَنْ يَكُوْنَ مِنْ بَنِيْ آدَمَ لِسَبْعِ خِصَالٍ الصَّلَوَاتِ الْخَمْسِ مَعَ الْإِمَامِ وَمُجَالَسَةِ الْعُلَمَاءِ وَعِيَادَةِ الْمَرِيْضِ وَتَشْيِيْعِ الْجَنَازَةِ وَسَقْيِ الْمَاءِ وَالصُّلْحِ بَيْنَ الْإِثْنَيْنِ وَإِكْرَامِ الْجَارِ وَالْيَتِيْمِ فَاحْرِصْ عَلَى ذَلِكَ


“Wahai ‘Ali, Jibril pernah berharap untuk menjadi anak adam (manusia) di sebabkan 7 perkara, yaitu: salat 5 waktu berjemaah, berkumpul dalam majelis ulama, menjenguk orang sakit, mengantarkan jenazah, memberi minum orang yang membutuhkan, mendamaikan 2 orang yang berselisih, memuliakan tetangga dan menjaga anak yatim, untuk itu peliharalah ke tujuh hal tersebut.

Maknanya: Ada Beberapa Poin Yang Menjadikan Manusia Itu Mendapat Deraja Yang Tinggi Disisi Allah SWT, Diantaranya:

1.   Shalat 5 Waktu Secara Berjamaah.

Telah Kita Maklumi Bersama Shalat Secara Berjamaah Memiliki Nilai Yang Lebih Ketimbang Salat Sendirian, Lebih – lebih Kalau Jamaahnya Di Masjid Jauh Lebih Banyan Pahalanya Dari Allah.

Rasul Juga Bersabda Dalam satu Hadis:

وقال صلى الله عليه وسلم: {صَلاَةُ الجَمَاعَةِ رَحْمَةٌ وَهِيَ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيها وَالجَمَاعَةُ رَحْمَةٌ والفرْقَةُ عَذَابٌ}

Nabi SAW bersabda : "Shalat jama`ah itu rahmat dan lebih baik daripada dunia seisinya. Berjama`ah itu rahmat dan perpecahan itu siksa".

2 Berkumpul Dalam Majelis Ulama.

Menuntut Ilmu Memang Sudah Menjadi Suatu Kewajiban Bagi Umat Manusia Sebab Dengan Mempelajari Ilmu Agama Seorang Manusi Akan Lebih Mengetahui Arah Tujuan Hidupnya, Mengetahui Siapa Dirinya, Siapa Penciptanya. Dangan Pengetahuan – Pengetahun Sedemikian ia akan semakin taat Dan patuh kepada Perintah Allah SWT, Makanya Allah Sangat Memuliakan Penuntut Ilmunya (ilmu Agama), Meninggikan Derajat Orang Yang Hadir Di Majelis Ilmu.

Sebagaimana Dalam Satu Hadis Rasul SAW Bersabda:

مَن سلَك طريقًا يطلُبُ فيه عِلْمًا، سلَك اللهُ به طريقًا مِن طُرُقِ الجَنَّةِ

Artinya:

“Barangsiapa menempuh jalan menuntut ilmu, maka Allah akan memudahkan jalannya untuk menuju surga” (HR. At Tirmidzi no. 2682, Abu Daud no. 3641, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Abu Daud).


3 Menjenguk Orang Sakit.

Dalam Ajaran Islam Sangat Dianjurkan Untuk Bertoleransi Antar Sesama Lebih – Lebih lagi Sesama Saudara Yang Seiman, Dengan Adanya Sifat Toleransi Antas Sesama Islam Menjadi Lebih Kuat Karena Menghadirkan Persatuan. Diantarannya Menjenguk Saudara Yang Sakit. Mengunjungi Dan Menjenguk orang Sakit Memang Sudah Menjadi  Kewajiban Setiap Muslim, Terutama Orang Yang Memiliki Hubungan Dengan dirinya, Seperti Kerabat Dekat, Tetangga, Saudara yang Senasab, Sahaban Dan Lain Sebagainya. Menjenguk Orang Sakit Termasuk Amal Salih Yang Paling Utama Yang Dapat Mendekatkan Kita Kepada Allah SWT.


Sebagaimana Rasulullah صلى الله عليه و سلم bersabda:

إِذَا عَادَ الرَّجُلُ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ مَشَى فِيْ خِرَافَةِ الْجَنَّةِ حَتَّى يَجْلِسَ فَإِذَا جَلَسَ غَمَرَتْهُ الرَّحْمَةُ، فَإِنْ كَانَ غُدْوَةً صَلَّى عَلَيْهِ سَبْعُوْنَ أَلْفَ مَلَكٍ حَتَّى يُمْسِيَ، وَإِنْ كَانَ مَسَاءً صَلَّى عَلَيْهِ سَبْعُوْنَ أَلْفَ مَلَكٍ حَتَّى يُصْبِحَ

Artinya:

“Apabila seseorang menjenguk saudaranya yang muslim (yang sedang sakit), maka (seakan-akan) dia berjalan sambil memetik buah-buahan Surga sehingga dia duduk, apabila sudah duduk maka diturunkan kepadanya rahmat dengan deras. Apabila menjenguknya di pagi hari maka tujuh puluh ribu malaikat mendo’akannya agar mendapat rahmat hingga waktu sore tiba. Apabila menjenguknya di sore hari, maka tujuh puluh ribu malaikat mendo’akannya agar diberi rahmat hingga waktu pagi tiba.” (HR. at-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Imam Ahmad dengan sanad shahih).


4 Mengantarkan  Jenazah.

Kematian Akan Menghampiri Siapa Saja.  Saat Ada Orang meninggal Dunia, Orang Yang Masih Hidup Berkewajiban Memenuhi Hak Mayit. Tanggung Jawab Ini Masuk kategori Fardhu Kifayah Atau Kewajiban Bersama, Yakni Apabila Salah Seorang Sudah Melaksanakannya Maka Gugurlah Kewajiban Orang – Orang Sisanya. Namun Bagi Orang Yang Mau Melakukannya (mengantarkan jenazah), Ia Tidak Hanya Sekedar Terlepas Kewajibannya, Akan Tetapi Ia Memperoleh Balasan Yang Luar Biasa Daairi Allah SWT.

Sesuai Dengan Sabda Rasul SAW:

مَنِ اتَّبَعَ جَنَازَةَ مُسْلِمٍ، إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا، وَكَانَ مَعَهُ حَتَّى يُصَلَّى عَلَيْهَا وَيَفْرُغَ مِنْ دَفْنِهَا، فَإِنَّهُ يَرْجِعُ مِنَ الأَجْرِ بِقِيرَاطَيْنِ، كُلُّ قِيرَاطٍ مِثْلُ أُحُدٍ، وَمَنْ صَلَّى عَلَيْهَا ثُمَّ رَجَعَ قَبْلَ أَنْ تُدْفَنَ، فَإِنَّهُ يَرْجِعُ بِقِيرَاطٍ.

Artinya:

“Yang Menghendaki Ini Mendapatkan DUa qirath Di sini  Dihasilkan Bagi Orang Yang membersamai Jenazah Sepanjang JAlan Sampai Dikebumukan. Kalau Melaksanakan Shalat Lalu Pergi Kekuburan Sendiri,  Hanya Mendapatkan Satu Qirath Saja” (Ahmad Bin Ali Ibn Hajar Al-Asqalani, fathul bari, [Beirut: Darul Ma’rifah, 1379 H], Juz 3, Hal.197),


5. Memberi Minum Orang Yang Membutuhkan.

Sedekah Menjadi Salah Satu Amalan Anjuran Yang Di ajarkan Oleh Rasulullah SAW.  Ibadah Ini Bisa Dilakukan  PAada Orang Terdekat  Yang Mengalami kesulitan, Atau Siapa saja Yang Membutuhkan.

Kondisi Pandemi Covid 19, Kejadian Bencana Alam, Hingga Penyerangan Palestina Oleh Israel, Bisa Menjadi Momen paling Tepat Untuk Membagi Sebagian yang Kita miliki.

Lebih – Lebih Memberikan Air bagi Orang – Orang yang Kekuranga air Bersih Bahkan kesulitan Mendapatkan Air bersih.

Rasul Juga Bersabda:

Dalam sebuah hadits dari Sa’ad bin ‘Ubadah radhiallahu’anhu, ia berkata:

يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ أُمِّي مَاتَتْ أَفَأَتَصَدَّقُ عَنْهَا قَالَ النبي صلى الله عليه وسلم نَعَمْ قُلْتُ فَأَيُّ الصَّدَقَةِ أَفْضَلُ قَالَ سَقْيُ الْمَاءِ

“Wahai Rasulullah, sesungguhnya ibu saya telah meninggal. Bolehkah saya bersedekah atas nama beliau?”. Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam menjawab: “Boleh”. Sa’ad bertanya lagi: “Sedekah apa yang paling utama, wahai Rasulullah?”. Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam menjawab: “Sedekah berupa air minum” (HR. An Nasa’i no.3666, dihasankan Al Albani dalam Shahih An Nasa’i).


6. Mendamaikan 2 Orang Yang Berselisih.

Memang Setiap Orang Memiliki Sifat – Sifat Yang Berbeda – Beda, Walau Demikian Setiap Manusia Pula Tidak Bisa Absen Dari Sifat Emosial Dalam Dirinya, Sifat Amarah Akan Menguasai Semua Orang, Sehingga Menimbulkan Perselisihan antar sesama, perdebatan, dendem mendendam, mumutuskan persaudaraan, saling membenci, Bahkan saling Membunuh. 

Banyak Sekali Kerusakan – Kerusakan yang terjadi Dengan sebab Emosionalnya Seseorang, Karena Dia Tidak Lagi Berfkir Positif Yang Ditatapnya Hanyalah Bisikan – Bisikan Syaitan yang Merugikan.

Karna itulah Menjadi Suatu Tanggung Jawab Bagi kita Untuk Saling Menasehati Antar Sesama, Kita Yang Sedang Stabil Emosialnya Membantu Mendamaikan Saudara- Saudara Yang Sedang Berselisih Pahamnya, Karena Yang Demikian Mendapat Nilai Kemuliaan Disisi Allah SWT.

Sebagaimana kata Baginda Nabi SAW Dalam Satu Hadis:

Yang Arinya:


Maukah Aku Beritahukan Kepadamu  Perkara Yang Lebih Utama Dari Puasa, Shalat, Sedeqah? Sahabat Menjawab, “Tentu Wahai Rasulullah” . Beliau Bersabda “ Yaitu Mendamaikan Perselisisihan Diantara Kamu, Karena Rusaknya Perdamaian Diantara Kamu Adalah Pencukur (Perusak Agama) (HR. Abu Daud Dan Tirmizi.


7. Memuliakan Tetangga Dan Menjaga Anak Yatim.

Masih Termasuk Dalam Sifat Toleransi Antar Sesama Saudara, Amalan Yang Ke 7 Ini Juga Memiliki Nilai Yang Sangat Istimewa Disisi Allah SWT, Serta amlan Yang Di Cintai Oleh Baginda Rasulullah.

Sesuai Dengan Pasan Nabi SAW Dalam Sau Hadis Yang Diriwayatkan Oleh Imam Bukhari Bersumber Dari Sahl Bin Sa’ad Bahwasanya Rasulullah Saw Bersabda, ‘’Saya Yang Menanggung (Memelihara) Anak Yatim Dengan Baik Ada Di Surga BAgaikan ini, Seraya Beliau Memberi isyarat Dengan Jari Telunjuk Dan JAri tengah Dan Beliau Rentangkan Kedua Kaki Jarinya itu’’ (HR. Bukhari).

Juga Kata Nabi SAW.

“Barang Siapa Yang Beriman Kepada Allah Dan Hari  akhir, Mak Hendaklah ia Memuliakan Tetangganya”

(HR. Muttafaqon ‘Alaih).

Kesimpulan:

Menjadi Manusia Yang Berakal, Beriman kepada Allah, Merupakan Anugrah Yang Sangat Besar, Istitimewa Yang Allah Titipkan Kepada Kita Stiap Hamba. Jika Kita Sudah Mendapatkannya Maka  Mari kita Mempertahankannya, Dan Terus Kita Tingkatkan Ketakwaan Kepada Sang Pencipta Kita,

Semoga Dengan Menjunjungtinggi 7 Keistimewan ini Kita Mendapakan Keridhaan Allah SWT. Aaminn Ya Rabbal ‘Alamiin. Wassalam


 Sumber: Said Al

Posting Komentar untuk "Kumpulan Ceramah Singkat - Jibril Menginginkan Jadi Manusia"