Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Ceramah Singkat Empat Tanda - Tanda Celaka

 

Ceramah Singkat Empat Tanda - Tanda Celaka


Assalaamu 'alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh.

 الحمد لله المحمود على كل حال، ونعوذ بالله 
من حال أهل الضلال، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له الكبير المتعال، وأشهد أن سيدنا ونبينا محمدا عبده ورسوله، كتله ربة على جميل الفعال، وكريم الخصال، صلى الله عليه وعلى آله وصحبه خير ضئب وآل، والتابعين ومن تبعهم بإحسان إلى يوم المال
 اما بعد
Sidang pembaca/pendengar rahimakumullah. 

Tanda - Tanda Celakanya Seseorang



 Ada berrbagai macam jalan kehidupan di dunia ini bisa kita tempuh, diantara sekian banyaknya jalan - jalan tersebut pastinya tidak sunyi dari lika - liku kehidupan, pahitkah, maniskah, kadang -kadang senang pula banyak susahnya. 
Intinya jalur - jalul kehidupan ini mengarahnya kepada dua titik kesudahan: yaitu bahagia dan celaka. 
Maksud dari celaka dan bahagia disini adalah bahagia dan celaka yang haqiqi (yang sebenarnya). 
 Maka dari situlah sangat penting bagi kita untuk mengetahui dimana posisi kita sebenarnyan. 

Bicara bahagia dan celaka tidak seorang pun dapan memvonis orang lain apakah dia celaka atawa bahagia, karena yang maha tau atas segalanya hanyalah Allah Subhanahu wata'ala. 

Karna demikian untun menjaga diri kita agar tidak terjerumus kedalam kerugian/celaka Rasul SAW dalam sebuah hadisnya menggambarkan ciri - ciri orang yang mendapat kerugian atau kelembah kecekaan dihari pembalasan nantinya. Beliau bersabda:

 قال رسول الله صلى الله عليه و سلم :علامة الشقاوة اربعة : نسيان الذنوب الماضية وهي عند الله محفوظة، وذكر الحسنات الماضية ولايدري أقبلت أم ردت، ونظره الى من فوقه في الدنيا .ونظره إلى من دونه في الدين 

 Artinya:
Rasulullah SAW bersabda: "Tanda- tanda terjadinya kecelakaan ada empat:(pertama) Melupakan dosa-dosa yang telah lewat, (kedua) pdahal semua itu tercatat di sisi Allah SWT, Menyebut atau mengingat- ingat kebaikan-kebaikan yang telah lewat, padahal ia tidak mengetahui apakah kebaikannya tersebut di terima atau di tolak, (ketiga) Memandang orang yang lebih tinggi dalam perkara dunia, (keempat) Memandang orang yg lebih rendah dalam perkara agama. 

 Hadirin sidang pembaca/pendengar yang dirahmati Allah, 

 1. “Melupakan dosa-dosa yang telah lewat, pdahal semua itu tercatat di sisi Allah SWT." Kita di anjurkan untuk selalu mengingat-mengingat akan dosa- dosa kita, karena dengan mengingat dosa seseorang akan senantiasa dalam ketakuan dan khawatir apakah dosanya sudah diampunkan atau tidak, apalagi sampai kita meneteskan air mata, itu sangat bermakna dan mahahal sekali harganya, dengan sebab air mata yang disertai penyesalan itulah yang akan membuat dosa - dosa kita dihapuskan oleh Allah SWT, Dalam satu riwayat ditambahkan, "Air mata tobat memadamkan api neraka dan air mata kerinduan pada Tuhan melicinkan ke surga". sehingga hal tersebut dapat meningkatkan ketakwaan seseorang kepada Allah swt.

 Sebagaimana Ibnu Attailah menagtakan: "Lebih baik seorang pendosa yang khawatir dengan dosanya, dari pada seorang yang banyak amal tapi sombong dengan amalnya. (Ibnu Athaillah) 

 Maka selagi masih ada kesempatan senantiasalah kita mengintropeksi diri masing - masing, agar tidak menyesal nantinya diketika penyesalan sudah tiada lagi artinya. 

Juga Umar bin Khattab Ra pernah berkata: وقال عمر بن الخطاب رضي الله عنه: (حاسبوا أنفسكم قبل أن تحاسبوا,) 
Artinya: "Hetonglah diri kalian sebelum kalian dihetonfkan " 

 2. “Menyebut atau mengingat- ingat kebaikan-kebaikan yang telah lewat, padahal ia tidak mengetahui apakah kebaikannya tersebut di terima atau di tolak”. 

Sebagian ulama salaf berkata:
 من من بمعروفه أسقط شكره، ومن أعجب بعمله أحبط أجره “Barang siapa yang mengungkit- ungkit amalnya maka hilanglah rasa syukurnya dan barang siapa yang takjub/heran terhadap amalnya, maka hilanglah pahalanya.

 3. “Memandang orang yang lebih tinggi dalam perkara dunia”. 
Mengenai hal tersebut Rasulullah Saw bersabda:

 عن أبي هريراة، قال رسول الله صلى الله علبه و سلام أنظروا إلى من هو أسفل منكم ولا تنظروا إلى من هو فوقكم فإنه أجدر أن لا تزدروا نعمة الله علیکم 

 Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda: Lihatlah kepada orang yang berada dibawahmu dan jangan melihat orang yang berada di atasmu (dalam urusan dunia), yang demikian itu lebih baik, agar kamu tidak meremehkan nikmat Allah kpadamu. 

4. “Memandang orang yg lebih rendah dalam perkara agama”. Janganlah kita memandang orang yg lebih rendah dalam hal agama atau akhirat .dalam hal agama kita di anjurkan melihat orang yg lbih tinggi, karena itu dapat mendorong dan memotivasi bagi kita untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah swt. 
Karena Allah memerintahkan kita dalam firmanNya surat albaqarah ayat 148: ولكل وجهة هو موليها فاستبقوا الخيرات اين ما تكونوا يأتي بكم الله جميعا ان الله على كل شيء قدير (البقرة : 148) Artinya: "Dan setiap umat mempunyai kiblat yang dia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah kamu dalam kebaikan. Di mana saja kamu berada, pasti Allah akan mengumpulkan kamu semuanya. Sungguh, Allah Mahakuasa atas segala sesuatu." (Al Baqarah: 148)

 Hadirin yang berbahagia. 

Karena hudup di dunia ini adalah tidak lain tujuannya hanya satu yaitu beribadah kepada Allah SWT, maka beribadahlah serajin rajinnya, sebab dunia ini bagaikan ladang bagi kita umat manusia untuk bercocok tanam dengan amalan - amalan yang diperintahkan syari'at supata kita dapat memetik hasilnya besok di hari akherat, maka jika kita memandang orang yang lebih rendah dalam urusan akhirat otomatis kita akan malas beribadah, berat jiwa kita untuk beramal karena kita sudah merasa bahwa kita lebih baik dari orang lain, lebih banyak pahala dari orang lain, derajat kita lebih mulia dari orang lain, padahal sebenarnya tidak seperti demikian.

 Umpanya saya kasi contoh, di sekolah jika tolak ukur derajat diri kita kita bandingkan dengan adik kelas, sudah jelas kita lebih hebat, karna kakak kelasnya, tapi coba kita bandingkan dengan kakak kelas kita, orang yg sudah s1, s2, s3, professor, master dan lain sebagainya, pastinya derajat kita tidak ada apa apanya dibanding mereka. Disinilah letaknya istilah/ungkapan "diatas langit masih ada langit. 

 Hadirin sidang pendengar yang berbahagia. 

 Maka , berhati - hatilah hidup didunia ini jangan pernah merasa bahwa dunia ini milik kita sendiri, semua yang kita lakukan tidak terlepas dari pertanggung jawaban kelak, jangan pernah merasa aman dari bisikan syaitan, godaan dan ujian. 

Karena titik amanya adalah ketika kita sudah menemui ajal kita serta membawa iman juga bertaqwa kepada Allah SWT. 

 Yang intinya teruslah mengintropeksi diri masing - masing dan bayangkan dimanakah posisi kita saat ini, apakah kita termasuk orang yang bahagia, ataupun orang yang celaka, jika bahagia pertahankan serta tingkatkan, jika celaka maka buatlah perobahan secepatnya, mudamudahan kita termasuk orang yang diridzai Allah SWT. Aamiin ya rabbal 'alamiin. والله أعلم بالصواب 

 Sekian Yang dapat saya uraikan, mohon maaf atas segala kekurangan Billahi taufiq walhidaayah wassalaamu 'alaikum warahmatullaahiwabarakaatuh. 



 Seorce: Admin

Posting Komentar untuk "Ceramah Singkat Empat Tanda - Tanda Celaka"